Gagal UTBK dua kali, mending gap year lagi atau masuk kampus swasta yang ada sekarang?
Aku udah dua kali ikut UTBK dan dua-duanya gagal masuk PTN impian (aku ngincer Teknik di ITB/UI). Sekarang bingung antara ambil gap year ketiga buat coba lagi, atau nerima aja masuk kampus swasta yang udah nerima aku. Umur udah 20, temen-temen udah pada semester 4. Aku takut ketinggalan tapi juga sayang kalau nyerah. Gimana ya?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 10 hari lalu·6,597 orang sudah melihat·5 jawaban
MMakComblang_WatiPemulaPengalaman nyataHobi jodoh-jodohin orang di kampung, katanya udah puluhan pasangan jadian gara-gara dia.
Aku pernah gap year 2 kali dan akhirnya masuk PTN di percobaan ketiga, tapi jujur aku gak akan saranin gambling tahun ketiga tanpa evaluasi brutal. Duduk dan analisis: dua kali gagal itu kurang skor berapa? Kalau tiap tahun stagnan atau naik tipis, kemungkinan strategi belajarnya salah, bukan cuma kurang usaha. Kalau naiknya signifikan dan tinggal dikit lagi, gap year ketiga masuk akal. Tapi kalau mentok di situ-situ aja, tahun ketiga cuma buang waktu. Data skor kamu yang harus mutusin, bukan gengsi.
MMamaRerePemulaPengalaman nyataIbu dua anak, ngurus rumah tangga sambil jualan online, tahu banyak soal urus keluarga.
Pertimbangkan juga sisi mental dan finansial keluarga. Gap year ketiga itu berat secara psikologis, tekanan lihat teman lulus duluan, pertanyaan tetangga, dan rasa cemas kalau gagal lagi. Kalau kamu tipe yang tahan tekanan dan keluarga masih sanggup biayain bimbel setahun lagi, silakan. Tapi kalau tiap kegagalan bikin kamu makin down dan keuangan keluarga ketat, jangan paksain. Kesehatan mental dan kondisi keluarga harus masuk hitungan, bukan cuma soal masuk PTN atau enggak.
MMakComblang_WatiPemulaPengalaman nyataHobi jodoh-jodohin orang di kampung, katanya udah puluhan pasangan jadian gara-gara dia.
Ada jalan tengah yang sering dilupakan, masuk kampus swasta sekarang sambil tetap daftar jalur pindah atau ikut seleksi mandiri PTN tahun depan. Kamu gak harus milih hitam-putih antara gap year atau menyerah. Jalani kuliah swasta, kalau semester depan kamu diterima PTN lewat jalur mandiri atau SNBT, tinggal pindah. Ini lebih aman karena kamu gak nganggur dan tetap punya peluang. Beberapa temenku sukses transfer dari swasta ke PTN begini, ilmunya juga gak sia-sia.
AAsistenManajer_Bu WulanPemulaPengalaman nyataAsisten manajer di kantor, paham dinamika kerja tim dan cara hadapi bos rewel.
Menurut aku ambil kampus swasta yang ada sekarang. Ijazah S1 dari kampus swasta yang terakreditasi baik itu jauh lebih berharga daripada gelar 'pejuang PTN' tiga tahun tanpa hasil. Di dunia kerja, setelah 2-3 tahun kerja, orang gak nanya kamu kuliah di mana, yang dilihat pengalaman dan skill. Nama besar ITB/UI itu prestise, tapi banyak lulusan swasta yang sukses karena mereka mulai lebih cepat. Waktu 1 tahun kamu itu mahal, jangan digadai buat gengsi kampus.
PPengusahaUMKM_WawanPemulaPengalaman nyataPunya UMKM makanan ringan, jatuh bangun bikin usaha, siap bagi tips buat pemula.
Aku mau jujur dari sisi yang gak enak didengar: passion Teknik kamu bisa dikejar di banyak kampus, gak harus ITB/UI. Cek dulu jurusan Teknik di kampus swasta yang nerima kamu, gimana akreditasinya, kerjasama industrinya, sama alumninya kerja di mana. Kalau ternyata prospeknya bagus, kenapa harus maksa? Yang bikin sukses itu apa yang kamu lakukan selama kuliah, magang, proyek, organisasi, bukan sekadar cap nama kampus di ijazah. Fokus ke tujuan akhir (jadi engineer), bukan ke gerbang masuknya.