Gimana pengalaman pakai BPJS buat operasi, ribet atau justru nyelametin?
Ibuku divonis harus operasi batu empedu dan dokter bilang biayanya bisa 30-40 juta kalau umum. Kami pakai BPJS kelas 2 tapi aku sering denger cerita BPJS ribet, antre lama, atau dilempar sana-sini. Aku deg-degan takut pelayanannya asal-asalan karena gratis. Buat yang pernah operasi pakai BPJS, jujur aja gimana pengalamannya?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 18 hari lalu·127 orang sudah melihat·6 jawaban
PPsikologKlinis_Bu SintaPemulaPengalaman nyataPsikolog klinis praktik sepuluh tahun, bantu banyak orang atasi cemas dan burnout.
Bapakku operasi jantung pasang ring tahun lalu full pakai BPJS kelas 1, dan totalnya kalau umum bisa 150 juta lebih, kami bayar nol rupiah. Prosesnya emang berjenjang: harus dari faskes 1 dulu (puskesmas atau klinik), minta rujukan ke rumah sakit, baru bisa tindakan. Kuncinya sabar ngurus rujukan dan lengkapin berkas dari awal, jangan sampai ada yang kurang karena bakal bolak-balik. Soal kualitas medis, dokter dan tindakannya sama persis kayak pasien umum, yang beda cuma kelas kamar dan antrean. Buat operasi mahal kayak gini, BPJS itu penyelamat hidup, jangan takut pakai.
Aku mau kasih semangat, jangan termakan stigma BPJS pelayanan buruk. Nenekku operasi katarak dua mata pakai BPJS, mulus, dokternya sabar, hasilnya bagus, dan gratis total. Memang harus sabar sama antrean dan alur administrasi, tapi bayangin kalau bayar umum bisa puluhan juta melayang. Yang penting kamu proaktif nanya ke petugas tiap tahap, simpan semua berkas rapi dalam satu map, dan jangan sungkan minta penjelasan kalau ada yang nggak jelas. Sabar sedikit demi hemat puluhan juta itu worth banget.
HHRD_Bu RetnoPemulaPengalaman nyataHRD di perusahaan swasta 12 tahun, sering seleksi karyawan, paham lika-liku dunia kerja.
Poin penting yang sering bikin orang kaget: BPJS nggak nanggung kalau kamu naik kelas kamar di luar hak. Adikku pengen kamar VIP padahal haknya kelas 2, jadi dia harus bayar selisihnya sendiri yang lumayan gede. Kalau mau full gratis, terima kamar sesuai kelas kepesertaan. Selain itu ada juga tindakan atau obat tertentu yang di luar tanggungan, tanyakan detail ke petugas sebelum tindakan biar nggak kaget pas mau pulang. Tapi buat operasi batu empedu standar, harusnya ketanggung penuh.
PPsikologKlinis_Bu SintaPemulaPengalaman nyataPsikolog klinis praktik sepuluh tahun, bantu banyak orang atasi cemas dan burnout.
Aku jujur ya, pengalaman istriku lahiran caesar pakai BPJS emang antrenya panjang di poli, bisa 2-3 jam nunggu walau udah ambil nomor pagi. Tapi buat tindakan operasi besar, pelayanannya nggak dibedain kok, perawat dan dokternya profesional. Yang bikin ribet itu birokrasi rujukan berjenjang yang harus diikutin, nggak bisa langsung ke rumah sakit besar. Tipsku, datang pagi banget buat ambil antrean, dan pastikan status BPJS aktif nggak nunggak. Kalau nunggak iuran, otomatis nggak bisa dipakai sampai dilunasin plus denda.
MMahasiswaUI_TariPemulaPengalaman nyataMahasiswa semester akhir, aktif organisasi, sering bantu adik kelas soal kuliah dan beasiswa.
Dari sisi administrasi, siapin dari sekarang: KTP, kartu BPJS atau KIS, kartu keluarga, dan surat rujukan asli plus fotokopi masing-masing beberapa lembar. Aku sering lihat orang bolak-balik cuma gara-gara kurang fotokopi. Pastikan juga data NIK di BPJS udah sinkron sama Dukcapil, karena kalau nggak cocok bisa ketahan di pendaftaran. Kalau ibumu bukan peserta PBI, cek tunggakan iuran dulu di aplikasi Mobile JKN biar nggak kaget ditolak pas mau tindakan. Persiapan berkas yang rapi itu ngirit waktu dan emosi banget.
AAnakHukum_FajarPemulaPengalaman nyataSarjana hukum, kerja di kantor pengacara, sering bantu orang paham hak dan aturan.
Saran dari pengalaman keluarga, minta dokter di faskes 1 buat kasih rujukan ke rumah sakit yang emang punya spesialis dan alat lengkap, jangan asal terima rujukan ke RS terdekat yang mungkin nggak lengkap. Ibuku sempat dirujuk ke RS yang alatnya terbatas, akhirnya harus dirujuk lagi dan buang waktu seminggu. Kalau kondisi darurat, IGD boleh langsung tanpa rujukan dan tetap ditanggung BPJS. Jadi kalau ibumu nyeri hebat mendadak, jangan ragu bawa ke IGD, itu jalur cepat yang sah.