Punya uang 20 juta buat dana darurat, mending taruh di reksadana pasar uang atau deposito?
Aku karyawan swasta umur 27, baru ngumpulin dana darurat Rp 20 juta. Aku bingung mau ditaruh di mana biar aman tapi tetap tumbuh dan gampang diambil kalau ada kebutuhan mendadak. Antara reksadana pasar uang di aplikasi Bibit/Bareksa atau deposito bank, mana yang lebih cocok buat dana darurat? Aku takut salah pilih.
Penanya anonim·Ditanyakan pada 11 hari lalu·395 orang sudah melihat·5 jawaban
PPengusahaUMKM_WawanPemulaPengalaman nyataPunya UMKM makanan ringan, jatuh bangun bikin usaha, siap bagi tips buat pemula.
Untuk dana darurat, dua kriteria utama itu likuiditas dan keamanan, bukan return tinggi. Deposito itu aman (dijamin LPS sampai 2 miliar) tapi dananya kekunci sesuai tenor, kalau diambil sebelum jatuh tempo kena penalti dan bunga hangus. Reksadana pasar uang lebih cocok buat dana darurat karena bisa dicairkan kapan saja dan biasanya dana masuk rekening dalam 1-2 hari kerja, tanpa penalti. Return-nya sekitar 4-6 persen setahun, mirip deposito tapi jauh lebih fleksibel.
MMantanTKI_SukronPemulaPengalaman nyataSepuluh tahun kerja di Malaysia, paham urus dokumen dan kerja di luar negeri.
Kalau kamu tipe yang gak mau ambil risiko sama sekali dan pengen 'kepastian', deposito tetap oke, apalagi sekarang ada deposito di bank digital yang bunganya bisa 6-7 persen dengan tenor fleksibel bahkan 1 bulan. Tapi tips-nya jangan taruh 20 juta di satu tenor panjang, pecah jadi beberapa deposito tenor pendek (teknik laddering) biar tiap bulan ada yang jatuh tempo dan bisa diambil tanpa penalti. Ini kompromi antara bunga lumayan dan tetap agak likuid.
OOtomotifLovers_ReyhanPemulaPengalaman nyataAnak muda demen motor modif, sering komen soal mesin padahal baru bisa ganti oli sendiri.
Satu hal yang jarang dibahas, reksadana pasar uang itu bukan produk perbankan dan gak dijamin LPS, tapi risikonya sangat rendah karena isinya deposito bank dan surat utang jangka pendek. Dalam sejarah, reksadana pasar uang yang dikelola manajer investasi kredibel hampir gak pernah rugi. Pilih produk dengan dana kelolaan (AUM) besar dan manajer investasi ternama biar aman. Jangan tergiur yield paling tinggi, karena kadang itu tanda ambil risiko lebih.
MMahasiswaHukum_RezaPemulaPengalaman nyataMahasiswa hukum yang suka bahas kasus, sering bantu jelasin aturan pakai bahasa gampang.
Aku pribadi bagi dua. Sekitar 30 persen (6 juta) aku taruh di rekening tabungan biasa yang bisa ditarik ATM detik itu juga buat kebutuhan super mendadak kayak sakit atau motor mogok. Sisanya 14 juta di reksadana pasar uang buat yang bisa nunggu 1-2 hari. Deposito aku hindari buat dana darurat justru karena penaltinya, dana darurat itu inti-nya harus gampang diambil, kalau kekunci malah bukan dana darurat namanya.
EEmakEmak_SriyaniPemulaPengalaman nyataEmak-emak hobi masak dan nyobain resep TikTok, kadang gagal tapi tetap semangat.
Jangan lupa soal pajak dan biaya. Bunga deposito kena pajak final 20 persen, jadi kalau bunga 5 persen, bersihnya cuma sekitar 4 persen. Reksadana pasar uang itu bukan objek pajak final, keuntungannya utuh, dan gak ada biaya beli/jual di aplikasi kayak Bibit. Jadi secara return bersih, reksadana pasar uang sering menang tipis dari deposito, plus jauh lebih cair. Buat aku ini no-brainer buat dana darurat.