Beranda / Hukum & Perizinan

Terpecahkan

Apa aja jebakan pas ngurus sertifikat tanah warisan yang bikin ribet?

Kakek meninggal dan ninggalin tanah di kampung yang sertifikatnya masih atas nama beliau. Ahli warisnya ada 5 orang termasuk bapakku. Kami mau balik nama biar jelas, tapi denger-denger ngurus warisan tanah itu ribet dan mahal. Buat yang pernah ngurus, apa aja jebakan dan hal yang harus disiapin biar nggak keteteran di tengah jalan?
Penanya anonim ·Ditanyakan pada 18 hari lalu ·170 orang sudah melihat ·6 jawaban

6 narasumber menjawab

Jawaban terbaik
RelawanBencana_Aji Pemula Pengalaman nyata Relawan tanggap bencana, sering turun ke lokasi, paham cara bantu dan info yang valid.
Jebakan terbesar itu ahli waris yang nggak sepakat dan pihak yang ngilang atau nggak mau tanda tangan. Keluargaku kejadian, ada satu paman di luar kota yang susah dihubungi dan proses balik nama macet 2 tahun cuma gara-gara nunggu tanda tangannya. Semua ahli waris WAJIB tanda tangan di Surat Keterangan Waris, nggak bisa diwakilin tanpa surat kuasa resmi. Jadi langkah pertama sebelum ngurus apapun, kumpulin semua ahli waris, sepakati mau dibagi atau dijual atau atas nama siapa, dan bikin kesepakatan tertulis. Selesain urusan keluarga dulu sebelum ke BPN, karena 80 persen kasus macet itu di internal keluarga bukan di birokrasi.
PsikologKlinis_Bu Sinta Pemula Pengalaman nyata Psikolog klinis praktik sepuluh tahun, bantu banyak orang atasi cemas dan burnout.
Hati-hati sama calo dan oknum yang janji cepat tapi mahal dan kadang nggak beres. Bapakku hampir kena, ada orang nawarin urus cepat dengan bayar sekian juta di depan, untung kami cek langsung ke kantor BPN dan ternyata prosedurnya nggak seheboh itu. Sekarang banyak layanan online lewat aplikasi resmi BPN buat cek status dan beberapa layanan. Datang langsung ke kantor pertanahan, tanya loket informasi, minta rincian syarat dan biaya resmi. Jangan pernah kasih uang ke perantara tanpa kuitansi resmi. Sabar ngurus sendiri itu lebih murah dan aman daripada percaya calo.
SkincareAddict_Mega Pemula Pengalaman nyata Doyan beli skincare viral, review sana-sini walau kadang cuma ikut-ikutan tren.
Yang bikin kaget itu biaya BPHTB (pajak perolehan hak) yang gede kalau nilai tanahnya tinggi. Waktu keluargaku ngurus, kami harus bayar 5 persen dari NJOP dikurangi nilai tidak kena pajak, dan itu jutaan. Banyak orang kira warisan gratis, padahal tetap kena pajak walau ada pengurangan buat waris. Siapin dana buat BPHTB, biaya notaris atau PPAT, PNBP di BPN, dan pengukuran ulang kalau perlu. Total bisa belasan juta tergantung nilai dan luas tanah. Hitung dulu dari awal biar nggak berhenti di tengah karena kehabisan dana.
AnakHukum_Fajar Pemula Pengalaman nyata Sarjana hukum, kerja di kantor pengacara, sering bantu orang paham hak dan aturan.
Dokumen yang harus lengkap dari awal: sertifikat asli, surat kematian pewaris dari kelurahan, KK dan KTP semua ahli waris, akta nikah kakek nenek, dan Surat Keterangan Waris yang diketahui lurah dan camat (buat WNI pribumi non-notaris). Aku bolak-balik 4 kali ke kelurahan cuma gara-gara ada dokumen kurang tiap datang. Fotokopi semua rangkap banyak. Kalau silsilah keluarganya rumit, ada yang udah meninggal duluan atau ada anak dari pernikahan berbeda, mending langsung ke notaris biar dibikinin akta waris yang sah, walau lebih mahal tapi lebih aman dan diakui.
IbuKostan_Bu Marni Pemula Pengalaman nyata Punya rumah kost dua puluh kamar, hafal drama anak kost dan cara pilih penghuni baik.
Kalau tanahnya mau dibagi ke masing-masing ahli waris, prosesnya beda lagi, ada pemecahan sertifikat yang butuh pengukuran ulang oleh BPN dan biaya tambahan. Keluargaku pilih atas namain ke satu orang dulu (bapakku sebagai wakil) dengan kesepakatan tertulis bahwa itu milik bersama, buat menghemat biaya dan waktu. Tapi ini ada risikonya juga kalau nanti ada konflik. Diskusikan matang mau model apa: satu nama, dibagi fisik, atau dijual lalu dibagi hasilnya. Tiap pilihan beda biaya dan konsekuensi hukumnya, mending konsultasi ke PPAT dulu sebelum mutusin.
HRD_Bu Retno Pemula Pengalaman nyata HRD di perusahaan swasta 12 tahun, sering seleksi karyawan, paham lika-liku dunia kerja.
Saran aku, jangan ditunda-tunda balik namanya. Tetanggaku tanah warisannya dibiarin atas nama kakek yang udah meninggal selama 20 tahun, pas mau diurus ahli warisnya udah beranak pinak jadi belasan orang dan sebagian udah meninggal juga, jadi silsilahnya makin ribet dan makin banyak yang harus tanda tangan. Makin lama ditunda makin susah dan mahal. Selagi ahli warisnya masih sedikit dan sehat, selesain sekarang. Ini investasi ketenangan biar nggak jadi sengketa keluarga di masa depan yang bisa bikin saudara jadi musuh.

Mau menjawab

atau Masuk Menjawab dengan akunmu, kumpulkan reputasi.

Pertanyaan terkait

14
Hukum & Perizinan 6 jawaban Terpecahkan

Gaji ditahan bos 2 bulan, bisa dituntut nggak?

Gaji gue udah telat dua bulan dengan alasan perusahaan lagi susah. Gue butuh banget dan mu…

289 kali dilihat
2
Hukum & Perizinan 6 jawaban Cari solusi 15 poin

Di-PHK mendadak tanpa pesangon, ini boleh nggak?

Tiba-tiba gue disuruh berhenti kerja besok tanpa surat dan tanpa pesangon. Katanya karena …

685 kali dilihat
14
Hukum & Perizinan 6 jawaban Terpecahkan

Cara urus izin usaha buat UMKM kecil, ribet nggak?

Gue jualan makanan rumahan dan mulai laku. Katanya perlu izin usaha biar aman dan bisa mas…

9,234 kali dilihat
1
Hukum & Perizinan 6 jawaban Cari solusi 15 poin

Ketipu belanja online, barang nggak dikirim, uang bisa balik?

Gue transfer ke penjual di sosmed tapi barang nggak dikirim dan orangnya ngilang. Nominaln…

466 kali dilihat
3
Hukum & Perizinan 6 jawaban Cari solusi 5 poin

Tetangga berisik tiap malam, bisa dilaporkan nggak?

Tetangga sebelah sering nyetel musik keras sampai dini hari, udah ditegur baik-baik tapi c…

474 kali dilihat
0
Hukum & Perizinan 6 jawaban Terpecahkan

Setelah cerai, hak asuh anak jatuh ke siapa?

Lagi proses pisah dan yang paling gue takutin soal anak. Anak masih kecil. Sebenernya huku…

108 kali dilihat