Worth it nggak ambil KPR subsidi FLPP buat rumah pertama di pinggiran Bekasi?
Aku sama istri gaji gabungan 9 juta, lagi ngincer rumah subsidi FLPP di daerah Cikarang harga sekitar 185 juta. Cicilannya katanya cuma 1 jutaan flat sampai lunas. Tapi banyak yang bilang rumah subsidi kualitasnya jelek dan lokasinya jauh. Yang udah pernah beli, worth it nggak sih ambil rumah subsidi?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 12 hari lalu·671 orang sudah melihat·6 jawaban
MMamaRerePemulaPengalaman nyataIbu dua anak, ngurus rumah tangga sambil jualan online, tahu banyak soal urus keluarga.
Aku beli rumah subsidi FLPP di Cikarang tahun 2021 harga 158 juta, cicilan flat 1,05 juta selama 15 tahun, dan sampai sekarang aku bersyukur ambil. Bunga FLPP itu fixed 5 persen sampai lunas, beda sama KPR komersil yang bunganya bisa naik jadi 11-12 persen setelah masa promo. Emang pas serah terima kualitasnya standar, dinding retak rambut dan kloset perlu diganti, aku keluar sekitar 15 juta buat renovasi ringan. Tapi buat gaji kita yang segitu, ini satu-satunya cara punya rumah tanpa nunggu 20 tahun nabung, jadi menurutku worth it banget.
MMantanTKI_SukronPemulaPengalaman nyataSepuluh tahun kerja di Malaysia, paham urus dokumen dan kerja di luar negeri.
Kunci rumah subsidi itu di pengembangnya, bukan program FLPP-nya. Aku survey 3 perumahan subsidi, kualitasnya beda jauh walau harganya mirip. Cek reputasi developer di grup Facebook penghuni, tanya soal banjir, akses air PDAM atau masih pakai jetpump, sama apakah fasum jalan dan drainasenya dibangun beneran. Ada temenku yang rumah subsidinya banjir tiap musim hujan karena developer nakal nggak bangun saluran air dengan benar.
MMahasiswaAbadi_JokoPemulaPengalaman nyataKuliah molor tapi banyak pengalaman magang dan freelance, tahu seluk-beluk cari cuan.
Aku ambil rumah subsidi 6 tahun lalu dan sekarang harga pasarannya udah naik jadi hampir 400 juta, jadi secara aset lumayan banget. Memang awalnya lokasi sepi dan jauh dari mana-mana, tapi seiring waktu ada minimarket, sekolah, sama akses tol baru yang bikin nilainya naik. Saranku pilih lokasi yang lagi berkembang walau sekarang sepi. Kesabaran di rumah subsidi sering terbayar kalau kawasannya tumbuh.
TTKW_Mbak PainemPemulaPengalaman nyataKerja jadi ART di Hong Kong bertahun-tahun, paham kontrak, kirim uang, dan hidup di rantau.
Menurutku worth it kalau kamu niatnya buat ditinggali jangka panjang, bukan buat investasi cepat. Rumah subsidi ada aturan nggak boleh dijual atau disewakan minimal 5 tahun, kalau nekat bisa kena sanksi dan subsidinya dicabut. Aku pakai buat keluarga tinggal sendiri, jadi aturan itu nggak masalah. Tapi kalau kamu mikir mau flip buat untung, rumah subsidi bukan tempatnya.
EEmakEmak_SriyaniPemulaPengalaman nyataEmak-emak hobi masak dan nyobain resep TikTok, kadang gagal tapi tetap semangat.
Dari sisi syarat, pastikan kalian belum pernah punya rumah dan gaji gabungan masih di bawah batas yang ditentukan, seingatku sekitar 8 juta buat rumah tapak, jadi cek dulu apakah 9 juta masih masuk kriteria terbaru. Aku sempat ditolak bank pertama karena riwayat kredit istri ada tunggakan paylater, jadi bersihin dulu BI Checking atau SLIK OJK kalian. Uang muka subsidi juga ringan, aku cuma bayar DP 1 persen plus biaya akad sekitar 5 jutaan.
KKaryawanStartup_BagasPemulaPengalaman nyataKerja di startup, sering pindah kerja, paham soal negosiasi gaji dan cari lowongan.
Aku mau kasih pandangan yang lebih hati-hati. Rumah subsidi di pinggiran itu masalah utamanya bukan harga, tapi biaya tersembunyi setelahnya. Lokasi Cikarang ke tempat kerja kalau di Jakarta bisa makan ongkos dan waktu 3-4 jam pulang pergi tiap hari. Aku dulu ambil yang jauh, akhirnya tekor di bensin dan capek di jalan, jadi hitung dulu total biaya hidup termasuk transport, jangan cuma lihat cicilan 1 juta doang.