Gimana pandangan soal LDR jarak Jakarta-Surabaya, sanggup bertahan atau lebih baik sudahi?
Aku dan pacar udah pacaran 2 tahun, sekarang dia keterima kerja bagus di Surabaya sementara aku sudah settle di Jakarta. Kami mau lanjut LDR tapi banyak yang bilang LDR itu berat dan sering kandas. Aku bingung antara nekat LDR atau relain salah satu ngalah pindah. Buat yang pernah LDR jarak jauh, jujur aja gimana pengalamannya dan apa yang bikin bertahan atau putus?
Penanya anonim·Ditanyakan pada 19 hari lalu·725 orang sudah melihat·6 jawaban
KKaryawanBank_DodiPemulaPengalaman nyataKerja di bank sepuluh tahun bagian kredit, paham soal tabungan, cicilan, sama bunga.
Aku LDR Jakarta-Surabaya 3 tahun dan akhirnya nikah, jadi aku bukti LDR bisa berhasil, TAPI ada syaratnya yang keras. Yang bikin kami bertahan itu ada garis akhir yang jelas: dari awal kami sepakat LDR maksimal 3 tahun, setelah itu salah satu HARUS pindah, dan kami tulis target itu beneran. LDR tanpa kejelasan kapan berakhir itu yang bikin capek dan akhirnya kandas, karena ngerasa nggak ada ujungnya. Kami juga komit ketemu minimal sebulan sekali walau harus ngirit tiket kereta, dan video call rutin bukan buat ngawasin tapi buat berbagi hari. Kalau kalian sama-sama punya tujuan akhir yang jelas dan sepakat, LDR cuma fase sementara yang bisa dilewatin.
Menurutku sebelum mutusin LDR atau salah satu ngalah, pikirin dulu tahap hubungan kalian mau ke mana. Kalau kalian udah serius mau nikah dalam waktu dekat, LDR sementara sambil nabung buat nikah itu masuk akal. Tapi kalau masih abu-abu belum ada arah, LDR tanpa komitmen jelas itu taruhan yang mahal. Aku pribadi nyaranin obrolin serius soal masa depan dulu: mau nikah kapan, nanti tinggal di mana, siapa yang bakal ngalah karier. Kalau obrolan itu buntu dan nggak ada yang mau ngalah, itu tanda hubungannya mungkin memang belum sekuat itu buat nahan jarak.
MMahasiswaAbadi_JokoPemulaPengalaman nyataKuliah molor tapi banyak pengalaman magang dan freelance, tahu seluk-beluk cari cuan.
Jujur dari pengalaman aku yang gagal, LDR itu berat kalau salah satu nggak sepenuh hati. Aku LDR setahun terus kandas, bukan karena selingkuh, tapi karena pelan-pelan kami jadi asing. Momen-momen kecil sehari-hari yang biasanya dibagi jadi hilang, akhirnya ngobrol cuma formalitas nanya udah makan belum. Kepercayaan juga diuji terus, sedikit-sedikit curiga. LDR itu ngebutuhin usaha ekstra yang nggak semua orang sanggup. Kalau salah satu udah males usaha, mending jujur sudahi daripada gantung dua-duanya. Tanya diri kamu, apa kalian berdua sama-sama mau berjuang, atau cuma satu yang ngoyo?
MMontirBengkel_GiminPemulaPengalaman nyataMontir bengkel mobil dua puluh tahun, dengar bunyi mesin aja udah tahu rusaknya di mana.
Perspektif berbeda, menurutku kalau bisa dihindari, mending jangan LDR terlalu lama. Aku dan istri dulu sempat LDR dan kami memilih salah satu ngalah pindah lebih cepat, dan itu keputusan terbaik. Memang ada yang berkorban karier, tapi hubungan yang deket fisik itu jauh lebih sehat dan tumbuh lebih cepat. Coba hitung, apakah pekerjaan di Surabaya itu bener-bener nggak tergantikan, atau kamu di Jakarta yang lebih fleksibel pindah? Kadang kita terlalu takut ngorbanin karier padahal jodoh yang cocok itu lebih susah dicari daripada kerjaan. Tapi ini keputusan besar, jangan dipaksa, harus dari kesadaran sendiri biar nggak nyesel dan nyalahin pasangan.
RRecruiterTech_AldiPemulaPengalaman nyataRecruiter perusahaan teknologi, tiap hari interview kandidat, tahu apa yang bikin lolos.
Dari pengalaman, yang sering diremehkan itu beban biaya dan waktu LDR jarak jauh. Tiket kereta atau pesawat Jakarta-Surabaya bolak-balik sebulan sekali itu lumayan nguras kantong, belum waktu perjalanan yang makan cuti. Aku dulu sampai bikin tabungan khusus dana ketemuan biar nggak kaget tiap bulan. Kalau kalian mau LDR, obrolin juga soal ini jujur, siapa nanggung apa, biar nggak jadi sumber berantem. LDR itu nggak cuma soal rindu, tapi juga logistik dan keuangan yang nyata. Kalau kalian bisa kelola ekspektasi soal biaya dan frekuensi ketemu dengan realistis, itu salah satu kunci bertahan.
PPerawatRS_DewiPemulaPengalaman nyataPerawat rumah sakit sepuluh tahun, sering ngingetin orang jangan asal percaya info kesehatan.
Aku LDR beda pulau dan yang paling ngebantu itu teknologi plus kreativitas biar nggak hambar. Kami sering video call sambil nonton film yang sama bareng, main game online berdua, atau sekadar VC diem-dieman sambil masing-masing kerja biar berasa ada. Sesekali aku kirim kejutan makanan lewat ojek online ke kosnya, atau dia kirim ke aku, biar tetap ada sentuhan perhatian fisik walau jauh. LDR yang mati itu yang komunikasinya cuma teks singkat tanpa kualitas. Bukan soal seberapa sering, tapi seberapa berkualitas momen bareng kalian walau lewat layar.